Showing posts with label Home. Show all posts
Showing posts with label Home. Show all posts

Wednesday, January 30, 2019

Taman Baca Ceria


       “Dari bilik kecil ini, mari kita lihat seisi dunia” , kalimat tersebut menjadi penyemangat bagi Kampung KB Jalakan yang saat ini sedang dalam proses mendirikan sebuah taman baca bernama Taman Baca Ceria. Taman baca yang berada dirumah Data Kampung KB ini merupakan salah satu program kerja dari pokja pendidikan Kampung KB Jalakan.
      Dewasa ini, sedang digencar-gencarkan gerakan literasi. Ya, membaca. Membaca tentu saja bukan sekedar membaca buku pelajaran di dalam kelas. Kita harus mulai berbenah. Bagaimana membaca bisa menjadi kebiasaan yang menyenangkan ? Bukankah dengan banyak membaca ilmu akan semakin bertambah ?
       
Rumah Data Kampung KB Jalakan merupakan pusat kegiatan warga masyarakat Dusun Jalakan. Setiap harinya anak-anak mengaji di Mushola Al-Furqon yang berada di depan Rumah Data. Sebelum mereka mulai mengaji, sering kali mereka menghabiskan waktu dengan bermain. Terkadang ada beberapa anak yang menangis karena kalah dalam permainan atau berkelahi dengan temannya. Setiap sore juga ada segerombolan anak-anak SMP yang bermain bola voli di Lapangan Pamudja yang berada di samping Rumah Data. Tidak hanya itu, setiap tanggal 4 diadakan kegiatan posyandu balita dan posyandu lansia di Rumah Data dengan jumlah peserta lebih dari 50. Tak lupa juga arisan PKK ibu-ibu Dusun Jalakan diadakan setiap 2 minggu sekali yang bertempat di serambi Mushola Al-Furqon.
       Alangkah indahnya jika sebelum melakukan aktivitasnya, warga Dusun Jalakan menyempatkan diri untuk membaca. Harapannya dari hal kecil ini akan menjadi kebiasaan yang menyenangkan. Tentunya akan lahir generasi cinta literasi. Namun dalam pendiriannya tentu saja masih banyak hal yang harus dilengkapi; seperti koleksi buku, sarana, prasarana, dan SDM.
       

54 Tahun hari Kesehatan Nasional & 26 Tahun HUT Pamudja



       Jalakan, 18 November 2018. Ada yang berbeda dengan hari ulang tahun Pamudja tahun ini. Yaap… tahun ini Pamudja tahun ini merayakan hari ulang tahunnya berbarengan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional yang ke 54 tahun. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tema yang diambil kental dengan nuansa HKN yaitu “Ayo Hidup Sehat Mulai dari Kita”. Serangkaian acaranyapun sangat menarik. Dimulai dengan jalan sehat mengelilingi Dusun Jalakan, makan bubur bersama, senam masal, dan pembagian doorprize.

       Pagi itu hari Mingggu pukul 05.00 WIB panitia HKN & HUT yang terdiri dari Pamudja dan PIK-R Jalakan sudah berduyun-duyun ke Lapangan Pamudja untuk melakukan persiapan akhir. Karna tentu saja  berhari-hari sebelumnya, segala kebutuhan telah dipersiapkan. Bahkan untuk dapat melaksanakan acara ini dibutuhkan  persiapan sekitar 1 bulan. Team Pamudja kompak dengan kaos putihnya sedangkan team PIK-R serasi dengan baju korsa birunya.
       Pagi-pagi sarapan bubur dulu. Nah, dalam acara ini disediakan bubur gratis oleh ibu-ibu PKK Dusun Jalakan yang luar biasa. Menggunakan tempat makan “pincuk” dan sendok yangterbuat dari daun  pisang membuat  bubur kian terasa lezat. . Dengan jumlah peserta yang lebih dari 500 warga Jalakan yang terdiri dari bapak-bapak, ibu-ibu, remaja, anak-anak, dan lansia, bubur habis hanya dalam waktu kurang lebih 30 menit.
       Seusai menikmati sajian bubur, senam massal dimulai bersama 7 orang instruktur. Energi mereka berhasil tersalur ke semua peserta senam. Terbukti dari gerakan dan riuhnya teriakan peserta. Masih dengan semangat yang sama, Bapak Tri Joko Dukuh Jalakan memberikan sambutan serta memotong tumpeng HUT Pamudja bersama dengan ketua Pamudja Tian Nugroho dan BPD Jalakan Bapak Subarjo diiringi doa dan harapan dari seluruh warga untuk Pamudja di usia yang baru.  Akhirnya moment yang ditunggu-tunggupun tiba. Berbagai macam hadiah dibagikan dalam acara ini seperti; sepeda gunung, kompor, setrika, jumbo, dan masih banyak lagi.

       Belum selesai sampai disitu, malam harinya juga diadakan acara hiburan sekaligus penutupan serangkaian 54 Tahun HKN dan HUT Pamudja ke 26. Diiringi lagu-lagu masa kini dan mengundang  tokoh-tokoh Dusun Jalakan, serangkaian acara telah selesai. Keberhasilan acara ini tentu saja berkat kerjasama dari berbagai pihak; mulai dari panitia, pamong Dusun Jalakan, pihak sponsor, dan tentunya seluruh warga Dusun Jalakan.

Tuesday, January 29, 2019

Kampung KB Jalakan



       Apa itu kampung KB ? Kampung KB sebagai wahana pemberdayaan masyarakat adalah sebuah program dari BKKBN untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui program KKBPK serta pembangunan sektor terkait lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas.
       Ada tiga point penting mengenai kampung KB;
1. Wujud dari pelaksanaan agenda priorotas pembangunan Nawacita ke 3, 5, dan 8.
2. Memenuhi kebutuhan mayarakat dari sisi kewilayahan dan pembinaan karakter bangsa melalui keluarga.
3. Satuan wilayah setingkat rukun warga, dusun, atau setara dengan kriteria tertentu.

       Pada hari Selasa, tanggal 10 Oktober 2017 dusun Jalakan telah dicanangkan sebagai salah satu kampung KB dari kecamatan Pandak oleh Bupati Bantul Drs. H. Suharsono. Tidak hanya dusun Jalakan, belasan dusun lainnya juga dicanangkan pada hari itu. Dusun Jalakan adalah salah satu dusun di desa Triharjo, kecamatan Pandak, kabupaten Bantul. Pencapaian KB di Jalakan memanglah sudah tinggi, namun keluarga pra sejahtera juga tergolong tinggi. Selain itu, karena sebagian wilayah dusun Jalakan berada di dataran tinggi, kekurangan air bersih sering terjadi ketika kemarau tiba. Ditambah lagi dengan infrastruktur yang kurang memadai menjadikan Jalakan memenuhi kriteria menjadi kampung KB.
       Selanjutnya bagaimana berjalannya Kampung KB Jalakan ? Tidak hanya bergelut tentang pencapaian KB saja, ada berbagai kegiatan sisi ketahanan keluarga. Apa saja itu ? Terdapat Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR), Bina Keluarga Lansia (BKL), Pusat Informasi Konseling Remaja (PIKR), dan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS). Bukan hanya itu, terdapat berbagai kelompok kerja (Pokja) yang tentunya memiliki program-program unggulan; diantaranya Pokja Pendidikan, Pokja Kesehatan, Pokja Kesenian, Pokja Kepemudaan, Pokja Keagamaan, dan Pokja Ekonomi.
       Kampung KB Jalakan diharapkan memiliki jiwa sosial yang tinggi, bekerja sama dan berempati dalam mencapai kejayaan untuk membangun keluarga yang berkualitas di Indonesia.
follow juga instagram kami di @kampungkb_jalakan
(Rannyno)

Wednesday, April 20, 2016

PAB Sumber Agung Meraih Runner-up di MDGs Awards 2014

     

Disparitas pembangunan diduga merupakan faktor utama yangmenyebabkan masih tingginya angka kemiskinan, terutama di pedesaan, hingga kini.Kemiskinan terus menjadi masalah sosial yang fenomenal sepanjang sejarahIndonesia. Dalam negara ini, nampaknya tidak ada persoalan yang lebih besar, selain persoalan kemiskinan. Kemiskinan telah membuat jutaan anak-anak tidak bisamengenyam pendidikan yang berkualitas, kesulitan membiayai kesehatan, kurangnyatabungan dan tidak adanya investasi, kurangnya akses ke pelayanan publik, kurangnyalapangan pekerjaan, kurangnya jaminan sosial dan perlindungan terhadap keluarga,menguatnya arus urbanisasi ke kota, dan yang lebih parah, kemiskinan menyebabkan jutaan rakyat memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan papan secara terbatas.Pendek kata, kemiskinan merupakan persoalan yang maha kompleks dankronis. Karena sangat kompleks dan kronis, maka cara penanggulangan kemiskinanpun membutuhkan analisis yang tepat, melibatkan semua komponen permasalahan,dan diperlukan strategi penanganan yang tepat, berkelanjutan dan tidak bersifattemporer.
        Hal tersebutlah yang pada akhirnya membuat Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB) mengeluarkan sebuah program inisiatif yang bertujuan untuk melakukan pembangunan di berbagai aspek, baik ekonomi maupun sosial, di negara-negara berkembang, yang dikenal dengan nama Millennium Development Goals (MDGs),atau Tujuan Pembangunan Millenium.
MDGs ini mencakup delapan komponen besar. Tujuh dari delapan tujuan itu,khusus negara berkembang, antara lain mengurangi setengah dari total jumlah orangmiskin dan kelaparan, mencukupi kebutuhan pendidikan dasar, menghapuskanketidaksetaraan gender, mengurangi 2/3 angka kematian balita, mengurangi 3/4 rasiokematian ibu akibat melahirkan, menghentikan penularan HIV/AIDS dan penyakitmenular lainnya, dan menghentikan perusakan lingkungan dan mendorong pembangunan berkelanjutan. Tujuan kedelapan ialah mengenai peran negara maju untuk membantu negara-negara berkembang melaksanakan ketujuh target MDGs.
        Dalam ajang penghargaan yang digelar setiap tahun ini, PAB Sumber Agung Dusun Jalakan,Triharjo,Pandak Bantul berhasil menjadi runner-up untuk kategori LAYANAN AIR BERSIH dan SANITASI UNTUK PEMERINTAH KOTA/KABUPATEN pada tahun 2014.Hal ini merupakan sesuatu yang sangat membanggakan bagi dusun Jalakan, mengingat saat itu usia PAB Sumber Agung baru berusia 5 tahun.

Saturday, April 16, 2016

Selayang Pandang Dusun Jalakan


        Nama Dusun Jalakan sendiri menurut sumber setempat berasal dari peristiwa di masa lalu. Kisahnya, pada masa lalu ada salah satu leluhur Dusun Jalakan yang datang ke dusun ini. Pada saat itu wilayah Dusun Jalakan masih berupa hutan. Orang tersebut meminta agar diperkenankan tinggal di sebidang tanah kosong (hutan) tersebut kepada sesepuh Dusun Bakalan yang keletakannya tidak jauh dari Dusun Jalakan sekarang. Sesepuh Dusun Bakalan pun mengabulkan permohonan orang tersebut. Berdasarkan peristiwa itu maka dusun atau pemukiman baru yang dibuat oleh yang bersangkutan dinamakan Dusun Jalakan.
         Nama Jalakan sendiri berasal dari istilah ”jaluk” yang dalam bahasa Indonesia berarti meminta. Dari istilah ini kemudian berkembang menjadi ”jalukan”. Akan tetapi istilah jalukan ini dalam perkembangannya berubah menjadi jalakan. Sayangnya, tidak pernah diketahui siapa nama sesungguhnya dari cikal bakal atau pemukim pertama di Dusun Jalakan ini.

        Secara administratif,Dusun Jalakan Terletak di Kelurahan Triharjo,Kecamatan Pandak,Kabupaten Bantul.Dusun ini terbagi menjadi 6 Rukun Tetangga(RT),yakni RT 01 sampai dengan RT 06.

Friday, April 15, 2016

PANITIA INDONESIA MDGs Awards Berkunjung di Dusun Jalakan, Triharjo,Pandak,Bantul

Hari senin siang , 03/03/2014  / 12.15 wib,Lurah Triharjo ( Suwardi,S.pd ) mendapat surat dari BAPPEDA Bantul.Dalam surat yang bersifat penting dan segera tersebut,,BAPPEDA Bantul bermaksud  melakukan koordinasi dan konsolidasi berkaitan dengan persiapan menanggapi Panitia Indonesia MDGs Awards yang akan berkunjung di Dusun Jalakan,Desa Triharjo,Bantul ,D.I Yogyakarta.
Apa yang menarik dari Dusun Jalakan,sehingga Panitia  Indonesia MDGs Awards mau berkunjung ke Jalakan…?.
Ternyata Panitia Indonesia MDGs Awards mencari kelompok-kelompok masyarakat yang peduli kepada warganya dengan berbagai bentuk Pemberdayaanya.Ide Kreatif,Inovasi dan Karakter budaya masyarakatnya yang unik dan bagus.
PAB Sumber Agung ( Kel.Penyedia Air Bersih Sumber Agung ) yang menjadi daya tarik bagi Panitia Indonesia MDGs Awards.
Awalnya,Dusun Jalakan adalah dusun yang terpencil.Keberadaan Dusun ini ada di pegunungan kapur yang tandus dengan batu kapur yang menjadi pemandangan sehari-hari.Dusun yang gersang,kesulitan air bersih yang berakibat rentan dengan penyakit yang di akibatkan kekurangan air bersih.
Dusun tersebut sepi remaja/pemuda-di disebabkan  kaum muda lebih suka urban ke kota.Alasanya…..air susah, ,pekerjaan susah ,dompet tipis,dsb. Kota lebih menjajikan….
Beberapa tokoh masyarakat yang peduli kampung berjuang keras mencari solusi,  agar warga kaum muda mau/bersedia pulang ke kampung halamanya.Harapan sebagian besar kaum muda adalah agar ketersediaan air terpenuhi walaupun di atas pegunungan yang tandus.
Kesulitan air bagi  warga dusun Jalakan segera di laporkan kepada Lurah Desa Triharjo ( Suwardi.S.Pd ).Langkah yang di lakukan lurah Desa Triharjo melakukan pelaporan kepada Camat dan SKPD Bantul dalam hal ini PMD Bantul,BAPPEDA, dan Dinas PU
Dinas PU segera membantu warga dalam bentuk Program untuk mengakses Air Bersih.
Dikumpulkan warga,dibuatlah sumur gali di atas tanah kas desa, di salurkan menuju Reservoar/bak penampung yang berjarak 700 meter dari sumber air. Dari reservoar di salurkan ke HU ( penampungan air yang lebih kecil ) langkah demi langkah terlaksana.
Kesepakatan warga dan pengurus:penyaluran ke rumah warga di tanggung sendiri oleh warga.maka tiap warga yang ingin mengakses air beli pralon sendiri,water meter sendiri dan pengerjaanya di lakukan gotong royong.
Tahap awal terpenuhi 85 KK yang bisa mengakses air bersih.Setiap KK membayar iuran senilai upah tukang yang bekerja 1 hari kerja sebesar Rp.40.000 s/d Rp.45.000
Jadi satu hari   bekerja sebagai tukang bangunan mampu untuk membayar iuran air bersih yang dimanfaatkan keluarga untuk jangka waktu 1 bulan. Jelas …..tidak ada yang rugi.
Ketersediaan air bersih ini di sebar luaskan pada warga masyarakat jalakan yang ada di perantauan/urban.Semua gembira….
Sedikit demi sedikit banyak pemuda/kaum muda yang merasa dirinya sama dan sederajat dengan kaum muda di ngarai/dataran rendah ( yang air cukup/melimpah ).Tidak malu-malu lagi menyebut daerah asalnya yang ada di puncak gunung.
Api semangat inilah yang kemudian di pompa oleh tokoh masyarakat yang di koordinir Dukuh dan Lurah Desa Triharjo (Suwardi ) untuk mewujudkan program-program lainya.
Sekarang sudah ada 150  KK yang mengakses Air Bersih dari satu sumur/sumber.
STOP dulu ya……kata Ketua Kelompok Air Bersih ( Bapak Senam ) Debit air terbatas,jangan sampai nanti pada musim kemarau jadi masalah baru lagi.
Dari 150 KK yang mengakses air bersih mebawa dampak pada kesehatan masyarakat.Yaitu ada 133 KK yang mmpunyai  jamban/WC.
Dahulu sebelum ada air bersih warga biasa melakukan buang hajat di KAKUS / WC Cemplung ( Duduk di atas lubang yang kotoranya turun langsung di bawahnya… wah baunya ….Itu dulu )
Sekarang serba berubah,tinggal kita tingkatkan dan kuatkan dengan berbagai bentuk usaha agar pemberdayaan masyarakat dapat lebih meningkatkan harkat dan martabat setiap insan manusia ,terutama warga Jalakan.

Sejarah Sendang Jalakan


Keletakan
Sendang Jalakan secara administratif terletak di Dusun Jalakan, Kalurahan Triharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten bantul, Provinsi DIY. Lokasi ini dapat dijangkau dengan mengikuti jalan raya arah Srandakan-Brosot (Jl. Panembahan Senopati, Bantul). Setelah sampai di SD Negeri Jigudan pengunjung dapat mengikuti jalan beraspal di sisi kiri SD tersebut ke arah barat-selatan. Jarak Sendang Jalakan dengan SD Jigudan kurang lebih 1,5 kilometer.
Kondisi Fisik
Sendang Jalakan merupakan sebuah sumber air di Dusun Jalakan. Sendang ini tidak begitu luas. Luas permukaan atau diameter sendang kurang lebih 4-5 meter. Kedalaman sendang kurang lebih 4-5 meter. Air dari sendang ini cukup jernih dan tidak pernah kering di sepanjang musim sekalipun pada musim kemarau debitnya menyusut. Sendang ini berada di sisi jalan masuk Dusun Jalakan. Keberadaannya sekarang berada di dua sisi dinding rumah warga setempat. Keberadaan sendang juga berada di bawah naungan beberapa pohon besar, di antaranya adalah pohon bibis (semacam pohon beringin). Keberadaan Sendang Jalakan cukup terawat karena secara berkala dilakukan pengurasan atas sendang ini. Selain itu sendang ini juga dilindungi oleh pagar tembok. Bibir sendang pun telah diperkeras dengan semen. Demikian pula jalan bagi kelimpahan air dari sendang ini telah dibuatkan semacam pintu air untuk menuju saluran pembuangan yang kemudian masuk ke saluran irigasi.
 Berdasarkan mitos yang ada di tempat itu Sendang Jalakan konon ditunggui oleh makhluk halus yang bernama Kyai dan Nyai Endang. Selain itu, tradisi pengurasan sendang di tempat ini hampir selalu dilakukan secara manual (dengan ember) sebab ada kepercayaan bahwa jika sendang ini dikuras dengan menggunakan mesin pompa maka proses pengurasan tersebut tidak akan dapat berjalan dengan baik.

Disqus Shortname

Comments system