Showing posts with label Prestasi. Show all posts
Showing posts with label Prestasi. Show all posts

Wednesday, April 20, 2016

PAB Sumber Agung Meraih Runner-up di MDGs Awards 2014

     

Disparitas pembangunan diduga merupakan faktor utama yangmenyebabkan masih tingginya angka kemiskinan, terutama di pedesaan, hingga kini.Kemiskinan terus menjadi masalah sosial yang fenomenal sepanjang sejarahIndonesia. Dalam negara ini, nampaknya tidak ada persoalan yang lebih besar, selain persoalan kemiskinan. Kemiskinan telah membuat jutaan anak-anak tidak bisamengenyam pendidikan yang berkualitas, kesulitan membiayai kesehatan, kurangnyatabungan dan tidak adanya investasi, kurangnya akses ke pelayanan publik, kurangnyalapangan pekerjaan, kurangnya jaminan sosial dan perlindungan terhadap keluarga,menguatnya arus urbanisasi ke kota, dan yang lebih parah, kemiskinan menyebabkan jutaan rakyat memenuhi kebutuhan pangan, sandang dan papan secara terbatas.Pendek kata, kemiskinan merupakan persoalan yang maha kompleks dankronis. Karena sangat kompleks dan kronis, maka cara penanggulangan kemiskinanpun membutuhkan analisis yang tepat, melibatkan semua komponen permasalahan,dan diperlukan strategi penanganan yang tepat, berkelanjutan dan tidak bersifattemporer.
        Hal tersebutlah yang pada akhirnya membuat Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB) mengeluarkan sebuah program inisiatif yang bertujuan untuk melakukan pembangunan di berbagai aspek, baik ekonomi maupun sosial, di negara-negara berkembang, yang dikenal dengan nama Millennium Development Goals (MDGs),atau Tujuan Pembangunan Millenium.
MDGs ini mencakup delapan komponen besar. Tujuh dari delapan tujuan itu,khusus negara berkembang, antara lain mengurangi setengah dari total jumlah orangmiskin dan kelaparan, mencukupi kebutuhan pendidikan dasar, menghapuskanketidaksetaraan gender, mengurangi 2/3 angka kematian balita, mengurangi 3/4 rasiokematian ibu akibat melahirkan, menghentikan penularan HIV/AIDS dan penyakitmenular lainnya, dan menghentikan perusakan lingkungan dan mendorong pembangunan berkelanjutan. Tujuan kedelapan ialah mengenai peran negara maju untuk membantu negara-negara berkembang melaksanakan ketujuh target MDGs.
        Dalam ajang penghargaan yang digelar setiap tahun ini, PAB Sumber Agung Dusun Jalakan,Triharjo,Pandak Bantul berhasil menjadi runner-up untuk kategori LAYANAN AIR BERSIH dan SANITASI UNTUK PEMERINTAH KOTA/KABUPATEN pada tahun 2014.Hal ini merupakan sesuatu yang sangat membanggakan bagi dusun Jalakan, mengingat saat itu usia PAB Sumber Agung baru berusia 5 tahun.

Friday, April 15, 2016

PANITIA INDONESIA MDGs Awards Berkunjung di Dusun Jalakan, Triharjo,Pandak,Bantul

Hari senin siang , 03/03/2014  / 12.15 wib,Lurah Triharjo ( Suwardi,S.pd ) mendapat surat dari BAPPEDA Bantul.Dalam surat yang bersifat penting dan segera tersebut,,BAPPEDA Bantul bermaksud  melakukan koordinasi dan konsolidasi berkaitan dengan persiapan menanggapi Panitia Indonesia MDGs Awards yang akan berkunjung di Dusun Jalakan,Desa Triharjo,Bantul ,D.I Yogyakarta.
Apa yang menarik dari Dusun Jalakan,sehingga Panitia  Indonesia MDGs Awards mau berkunjung ke Jalakan…?.
Ternyata Panitia Indonesia MDGs Awards mencari kelompok-kelompok masyarakat yang peduli kepada warganya dengan berbagai bentuk Pemberdayaanya.Ide Kreatif,Inovasi dan Karakter budaya masyarakatnya yang unik dan bagus.
PAB Sumber Agung ( Kel.Penyedia Air Bersih Sumber Agung ) yang menjadi daya tarik bagi Panitia Indonesia MDGs Awards.
Awalnya,Dusun Jalakan adalah dusun yang terpencil.Keberadaan Dusun ini ada di pegunungan kapur yang tandus dengan batu kapur yang menjadi pemandangan sehari-hari.Dusun yang gersang,kesulitan air bersih yang berakibat rentan dengan penyakit yang di akibatkan kekurangan air bersih.
Dusun tersebut sepi remaja/pemuda-di disebabkan  kaum muda lebih suka urban ke kota.Alasanya…..air susah, ,pekerjaan susah ,dompet tipis,dsb. Kota lebih menjajikan….
Beberapa tokoh masyarakat yang peduli kampung berjuang keras mencari solusi,  agar warga kaum muda mau/bersedia pulang ke kampung halamanya.Harapan sebagian besar kaum muda adalah agar ketersediaan air terpenuhi walaupun di atas pegunungan yang tandus.
Kesulitan air bagi  warga dusun Jalakan segera di laporkan kepada Lurah Desa Triharjo ( Suwardi.S.Pd ).Langkah yang di lakukan lurah Desa Triharjo melakukan pelaporan kepada Camat dan SKPD Bantul dalam hal ini PMD Bantul,BAPPEDA, dan Dinas PU
Dinas PU segera membantu warga dalam bentuk Program untuk mengakses Air Bersih.
Dikumpulkan warga,dibuatlah sumur gali di atas tanah kas desa, di salurkan menuju Reservoar/bak penampung yang berjarak 700 meter dari sumber air. Dari reservoar di salurkan ke HU ( penampungan air yang lebih kecil ) langkah demi langkah terlaksana.
Kesepakatan warga dan pengurus:penyaluran ke rumah warga di tanggung sendiri oleh warga.maka tiap warga yang ingin mengakses air beli pralon sendiri,water meter sendiri dan pengerjaanya di lakukan gotong royong.
Tahap awal terpenuhi 85 KK yang bisa mengakses air bersih.Setiap KK membayar iuran senilai upah tukang yang bekerja 1 hari kerja sebesar Rp.40.000 s/d Rp.45.000
Jadi satu hari   bekerja sebagai tukang bangunan mampu untuk membayar iuran air bersih yang dimanfaatkan keluarga untuk jangka waktu 1 bulan. Jelas …..tidak ada yang rugi.
Ketersediaan air bersih ini di sebar luaskan pada warga masyarakat jalakan yang ada di perantauan/urban.Semua gembira….
Sedikit demi sedikit banyak pemuda/kaum muda yang merasa dirinya sama dan sederajat dengan kaum muda di ngarai/dataran rendah ( yang air cukup/melimpah ).Tidak malu-malu lagi menyebut daerah asalnya yang ada di puncak gunung.
Api semangat inilah yang kemudian di pompa oleh tokoh masyarakat yang di koordinir Dukuh dan Lurah Desa Triharjo (Suwardi ) untuk mewujudkan program-program lainya.
Sekarang sudah ada 150  KK yang mengakses Air Bersih dari satu sumur/sumber.
STOP dulu ya……kata Ketua Kelompok Air Bersih ( Bapak Senam ) Debit air terbatas,jangan sampai nanti pada musim kemarau jadi masalah baru lagi.
Dari 150 KK yang mengakses air bersih mebawa dampak pada kesehatan masyarakat.Yaitu ada 133 KK yang mmpunyai  jamban/WC.
Dahulu sebelum ada air bersih warga biasa melakukan buang hajat di KAKUS / WC Cemplung ( Duduk di atas lubang yang kotoranya turun langsung di bawahnya… wah baunya ….Itu dulu )
Sekarang serba berubah,tinggal kita tingkatkan dan kuatkan dengan berbagai bentuk usaha agar pemberdayaan masyarakat dapat lebih meningkatkan harkat dan martabat setiap insan manusia ,terutama warga Jalakan.

Disqus Shortname

Comments system